Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

BATAN Jaring Mitra BUMDes Melalui Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir

(Yogyakarta, 17/11/2019). Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)  menyelenggarakan Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Hortikultura di Yogyakarta pada tanggal 13 November 2019 dengan tema “Penjaringan Kemitraan Produk Litbang BATAN”. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tergabung dalam Persatuan BUMDes Indonesia. Forum Temu Mitra Tanaman Pangan dan Holtikultura ini diselenggarakan dalam rangka penjaringan kemitraan untuk memperkenalkan produk-produk litbang BATAN.

“Kami ingin memperkenalkan produk-produk litbang BATAN kepada BUMDes, untuk menepis image masyarakat tentang nuklir yang mengerikan, sehingga selain mengenal, BUMDes juga mau mencoba memanfaatkan hasil litbang BATAN dan selanjutnya bisa menjadi mitra kami,” ujar Kepala Bidang Manajemen Inovasi dan Kemitraan - PDK, Rismiyanto. 

Sementara itu Ketua Umum Persatuan BUMDes Indonesia, Sariyatna, menyambut baik adanya kegiatan Forum Temu Mitra kali ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang telah memenuhi harapan kami dapat berkunjung ke BATAN. Kami menginisiasi hal ini dengan pihak BATAN agar semua anggota BUMDes mengetahui secara langsung hasil-hasil litbang BATAN khususnya yang dapat mendukung kegiatan pertanian, dengan harapan anggota BUMDes dapat diberi kesempatan untuk kerjasama, sehingga bisa mendorong BUMDes lebih maju lagi,” tutur Sariyatna.

Kegiatan Forum Temu Mitra diawali dengan kegiatan kunjungan ke fasilitas Iradiator Gamma yang berada di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN). Iradiator ini berfungsi untuk penelitian dan praktikum mahasiswa. Sugili Putra, S.T, M.Sc selaku Kepala Laboratorium Iradiator menjelaskan fungsi iradiator yang dimiliki STTN. “Iradiator ini berfungsi untuk penelitian, riset dosen dan tugas akhir mahasiswa, praktikum serta pengabdian kepada masyarakat,” kata Sugili. Ia berharap dengan adanya kunjungan ini, menjadi salah satu cara untuk dapat lebih mempercepat proses pemahaman masyarakat terhadap aplikasi iptek nuklir dan peserta mendapat gambaran mengenai proses iradiasi yang diterima suatu produk seperti pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi, proses pengawetan makanan maupun sterilisasi.

Selain kunjungan, pada Forum Temu Mitra inu juga dijadikan sebagai sarana penyampaian materi dan diskusi mengenai aplikasi teknik nuklir di Indonesia. Hadir dua Narasumber dari BATAN yaitu Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto dan Yuliasti, M.Si. Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto memperkenalkan BATAN dan menyampaikan materi mengenai aplikasi teknik nuklir antara lain pemanfaatan teknologi nuklir dibidang pertanian, kesehatan, lingkungan, industri, energi dan engineering. Pada akhir presentasinya, Djarot berharap setelah mendengarkan penjelasannya, peserta tidak takut lagi dengan nuklir dan bisa menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Sedangkan Yuliasti, M.Si, menyampaikan materi tentang hasil pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi. Menurut Yuliasti pemuliaan tanaman dengan teknik mutasi radiasi lebih terjaga kestabilan dan keragaman benihnya. Pada sesi diskusi, peserta mengharapkan adanya solusi dari produk hasil litbang BATAN untuk mengatasi kendala-kendala yang mereka hadapi di lapangan seperti kerusakan tanah akibat pupuk kimia, padi yang mudah rebah, serangan hama dan cara pengawetan makanan. Konsep kemitraan yang ada di BATAN dan telah berjalan selama ini meliputi sistem kontrak, pendayagunaan hasil litbang iptek nukir, sistem Agro Techno Park dan sistem sukarela. Pada kegiatan ini, peserta juga dibagikan benih hasil litbang BATAN yaitu benih kacang hijau dan tunas pohon pisang Pirama hasil pemuliaan tanaman. (LL)

< /div>