Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Nama PUI: Pusat Unggulan Iptek Konservasi Sumber Daya Hutan Tropis Lembaga Induk: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi: Jawa Barat Website: http://puslitbanghut.or.id Alamat: Jl. Gunung Batu No. 5 Kotak Pos 165 Bogor 16610

Sejarah Pusat Litbang Hutan

Kegiatan penelitian dan pengembangan hutan mulai dirintis oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1892. Usaha penelitian dan pengembangan ini dilanjutkan oleh tokoh-tokon ilmuwan yang didukung oleh Asosiasi Profesional Kehutanan di Hindia Belanda (Vhabinoi) pada tahun 1909. Pada tahun 1913, dilakukan pembentukan Balai Penyelidikan Kehutanan (Proefstation voor het Boswezen), berkedudukan di Jl. Sawojajar Bogor, dan pada tahun 1930 dialihkan ke Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor, hingga sekarang yang kemudian mengalami beberapa kali perubahan nama lembaga. Tahun 1956 menjadi Balai Besar Penyelidikan Kehutanan (SK. Menteri Pertanian No.86/Um/56 tanggal 20 Juli 1956) dan pada tahun 1957 menjadi Pusat Penyelidikan Kehutanan, terdiri dari Lembaga Penyelidikan Kehutanan  dan Lembaga Penyelidikan Hasil Hutan. Lembaga Penyelidikan Kehutanan yang menjadi cikal bakal Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan juga pada selanjutnya mengalami beberapa kali perubahan nama menjadi, Lembaga Penelitian Hutan (LPH) pada tahun 1971, Balai Penelitian Hutan (BPH) (Kpts Menteri Pertanian No.861 tahun 1980), Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam (Keputusan Menteri Kehutanan No.123/Kpts-II/2001 tanggal 4 April 2001), Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi (Peraturan Menteri Kehutanan No. P.40/Menhut-II/2010 tanggal 25 Agustus 2010). Pada tahun 2015 terjadi penggabungan antara Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor. P.18/MenLHK-II/2015, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi diubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Pusat Litbang Hutan) setelah dimerger dengan Pusat Peningkatan Produktivitas Hutan dibawah Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

Program dan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan

Perjalanan panjang sejarah, peran dan kinerja yang ada mendorong Pusat Litbang Hutan berkomitmen menjadi pusat keunggulan (centre of excellence) dan pusat rujukan/referensi utama informasi, pengetahuan, teknologi dan inovasi terkait riset konservasi dan pemanfaatan sumber daya hutan tropis, baik di level tapak, nasional maupun internasional. Pusat Litbang Hutan senantiasa mendukung pemenuhan 3 (tiga) Sasaran Pokok yang telah digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kehutanan 2006-2025,  yakni: (1) tercapainya produktivitas dan peningkatan nilai sumber daya hutan yang berkelanjutan, (2) terwujudnya produk barang dan jasa kehutanan yang ramah lingkungan, kompetitif dan bernilai tinggi, dan (3) terwujudnya kesejahteraan dan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan yang adil dan bertanggung jawab.

Program kegiatan Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI) diarahkan untuk mendukung Prioritas Nasional dan Program Nasional 2015-2019 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. RPPI ini dijabarkan dalam 6 (enam) kegiatan terintegrasi yaitu: RPPI 1. Konservasi Keanekaragaman Hayati; RPPI 2. Konservasi Sumber Daya Air; RPPI 3. Peningkatan Produktivitas Hutan (Kayu dan HHBK); RPPI 4. Sumber Pangan Alternatif; RPPI 5. Sumber Energi Alternatif; dan RPPI 6. Obat-obatan Alternatif Tanaman Hutan.

 

Sarana dan Prasarana Penunjang

Untuk menunjang kegiatan penelitian dan pengembangan diperlukan sarana dan prasarana yang kuat. Litbang Hutan memiliki 4 (empat) Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), 7 Hutan Penelitian (HP), dan Laboratorium sebagai show window dan salah satu lokus kegiatan penelitian dan pengembangan.  Sarana dan prasarana (sarpras) yang mendukung kegiatan kelitbangan di Pusat Litbang Hutan ini sangat memadai. Sarpras ini penting untuk menunjang proses dalam mendapatkan data dan informasi kelitbangan yang kredibel.  Sarpras yang ada berupa laboratorium, Kawasan hutan dengan tujuan khusus, Hutan Penelitian dan arboretum yang berada di Gunung Batu, Ciomas, Dramaga, Cikampek, Jasinga, Bandung, dan Cikampek. Laboratorium yang dimiliki adalah (i) Laboratorium Persemaian dan Koleksi tanaman hutan tropis – KoFFCO, (ii) Laboratorium Mikrobiologi/Indonesian Tropical Forest Culture Collection (INTROF-CC), (iii) Laboratorium Hama dan Penyakit, (iv) Laboratorium Tanah Hutan Tropis, (v) Herbarium Hutan Tropis, dan (vi) Laboratorium Sutera Alam.

Dukungan Teknologi Informasi sangat penting untuk penyimpanan dan diseminasi data, iptek dan inovasi secara luas. Dukungan TI ini dibangun dalam bentuk Sistem Inovasi Kelitbangan Terpadu dan Sistem Inotek yang dapat diakses melalui http://puslitbanghut.or.id/.

 

Kelompok Peneliti (Kelti)

Untuk menjalankan bisnis proses kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi didukung Kelompok Fungsional Peneliti dan Teknisi Litkayasa. Kelompok Fungsional dikelompokkan kedalam delapan kepakaran Kelti, yaitu:

1). Silvikultur,

2). Pengaruh Hutan,

3) Perlindungan Hutan,

4) Nilai Hutan dan Biometrika,

5) Mikrobiologi Hutan,

6) Konservasi Keanekaragaman Hayati,

7) Botani dan Ekologi Hutan, dan

8) Perhutanan Sosial.

 

Saat ini, Pusat Litbang Hutan dipimpin oleh Dr. Ir. Kirsfianti L. Ginoga, M.Sc. sebagai kepala pusat.

 

Informasi lebih detail dapat diperoleh melalui :

Website : http://puslitbanghut.or.id/, E-mail : p3h@gmail.com, Facebook : puslitbanghut, Instagram : @p3h_bli


Kontak Lembaga

Contact Person