Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Nama PUI: Pusat Unggulan Iptek Kelapa Sawit Lembaga Induk: PT. Riset Perkebunan Nusantara Provinsi: Sumatera Utara Website: http://iopri.org Alamat: Jl. Brigjen Katamso No. 51, Medan 20158

Profil Pusat Penelitian Kelapa Sawit

 

Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS didirikan berdasarkan surat keputusan ketua DPH-AP 31 No. 084/Kpts/DPH/XII/1992. PPKS merupakan gabungan dari 3 lembaga penelitian, yaitu Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Medan, Puslitbun Marihat, dan Puslitbun Bandar Kuala. Cikal bakal PPKS bermula dari dibentuknya lembaga penelitian APA (Algemeene Proefstation der AVROS pada 26 September 1916 oleh AVROS (Algemeene Vereeniging van Rubberplanters ter Oostkust van Sumatra). Lembaga ini terus berkembang dan berevolusi pada masa kolonial Belanda hingga berganti nama menjadi Research Institute of the Sumatra Planters Association (RISPA) pada 1957, dan melalui proses nasionalisasi menjadi Pusat Penelitian Perkebunan Medan pada 1987. Pada 1963, PT. Perkebunan Negara membentuk Pusat Penelitian Marihat untuk mendukung kegiatan penelitian kelapa sawit, dan Pusat Penelitian Kelapa di Bandar Kuala. Pada 24 Desember 1992 terjadi penggabungan antara Pusat Penelitian Perkebunan Marihat-Bandar Kuala, dan Pusat Penelitian Perkebunan Medan yang akhirnya menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).

PPKS berada dalam koordinasi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia yang anggotanya terdiri dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Sejak 22 Desember 2009, LRPI resmi mendapatkan badan hukum dari PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN). PT RPN didirikan melalui proses transformasi dari LRPI. Pendiri sekaligus pemegang saham dari PT RPN adalah 15 perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang usaha perkebunan yaitu PTPN I s/d XIV (Persero) dan PT RNI. PT RNI pada 2013 menyatakan keluar dari PT RPN, dan seluruh saham PT RNI di PT RPN selanjutnya dibeli (buy back) oleh PT RPN.

Sebagai lembaga penelitian yang memiliki kewajiban dalam memajukan industri kelapa sawit di Indonesia, PPKS memiliki visi menjadi lembaga penelitian bertaraf internasional yang mampu menjadi acuan (center of excellence) bagi perkelapasawitan nasional, yang dalam kegiatannya mampu mandiri secara finansial dan memiliki sumberdaya insani yang berkualitas dan sejahtera. Sedangkan misi PPKS adalah menunjang industri kelapa sawit di Indonesia melalui penelitian dan pengembangan, serta pelayanan.

Melalui paket teknologi maupun pengembangan IPTEK yang dihasilkan, PPKS diharapkan dapat menjadi motor penggerak (prime mover) bagi pengembagan industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia. PPKS dipimpin oleh seorang direktur, yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Kepala Bagian Penelitian, Kepala Bagian Usaha, General Manager (GM) Bahan Tanaman, dan Kepala Bagian Biro Umum/SDM. Bagian Penelitian PPKS terdiri dari 6 kelompok penelitian (Kelti) yaitu Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman, Ilmu Tanah dan Agronomi, Proteksi Tanaman, Pengolahan Hasil dan Mutu, Rekayasa Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan, serta Sosio Tekno Ekonomi.

PPKS merupakan satu-satunya lembaga penelitian mandiri (self-funded) yang bergerak dalam penelitian semua aspek kelapa sawit. Pentingnya peran PPKS dalam menunjang perkembangan industri kelapa sawit nasional telah diakui oleh berbagai pihak, sehingga PPKS memperoleh beberapa penghargaan berupa Achmad Bakrie Award bidang Teknologi pada 2008 dan Anugerah IPTEK dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) pada 2011. Selain itu, PPKS ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) pertama oleh Kemenristek sejak 2011.

Lembaga penelitian yang berkedudukan di Medan, Sumatra Utara ini telah menghasilkan produk penelitian yang digunakan secara luas di industri kelapa sawit, dari hulu hingga hilir. Seperti misalnya, lebih dari 1 miliar kecambah kelapa sawit PPKS (setara dengan 5 juta hektar) telah disalurkan PPKS sejak 1973. Paket teknologi dan produk-produk pangan/non pangan juga sudah banyak dikenal dan diaplikasikan oleh pekebun kelapa sawit, baik perkebunan rakyat, perkebunan negara, maupun perkebunan besar swasta.

 


Kontak Lembaga

Contact Person