Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close
TRL: 8

BUDENA - Budidaya Kedelai di Bawah Tegakan Jati

BUDENA jati merupakan pengembangan teknologi budidaya kedelai di lahan naungan di bawah tegakan jati di kawasan hutan milik Perhutani. Komponen teknologi Budena jati meliputi: 1. Penyiapan lahan: Sisa tanaman sebelumnya dibersihkan, gulma disemprot herbisida kontak, TOT/olah tanah minimal (tergantung kepadatan tanah) 2. Saluran drainase; Dibuat saluran drainase, lebar bedengan sesuai kondisi setempat 3. Persiapan benih: Benih berkualitas, daya tumbuh >80% 4. Varietas: Dena1/Anjasmoro/Argomulyo/Burangrang/Dega 1 5. Perlakuan benih: Agrisoy dicampur benih sebelum tanam, dosis 20 g/10 kg benih 6. Cara tanam: Tugal, 2-3 biji/lubang, menggunakan alsintan 7. Jarak tanam: 40 cm x 15 cm 8. Pupuk organik: 1 t/ha 9. Pupuk NPK majemuk: 200 kg Phonska/ha + 100 kg SP36/ha 10. Penyiangan: Penyiangan ke-I umur 15-20 hari. Penyiangan ke-II pada umur 28-30 hari. 11. Pengendalian HPT: Secara preventif dengan pestisida kimia 12. Saat panen: Bila polong berwarna coklat, cara manual 13. Pembijian: Menggunakan thresher Pada tahun 2018, Budena Jati dilaksanakan di lokasi RPH Gendongan, BKPH Ngapus, KPH Blora, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Budena jati dikembangkan oleh Ir. Suhartina, MP dkk (Balitkabi)/ Dr.Novita Nugrahaeni

Potensi pengguna: Petani Kedelai, industri berbahan baku kedelai, produsen benih, lembaga penelitian

    TRL: 8

BUDENA - Budidaya Kedelai pada Lahan Naungan di Bawah Tegakan Kayu Putih

BUDENA, budidaya kedelai pada lahan naungan juga dilakukan di bawah tegakan kayu putih. Komponen teknologi budidaya kedelai yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Penyiapan lahan Sisa tanaman sebelumnya dibersihkan, gulma disemprot herbisida kontak, TOT/olah tanah minimal (tergantung kepadatan tanah) 2. Saluran drainase Dibuat saluran drainase, lebar bedengan sesuai kondisi setempat 3. Persiapan benih Benih berkualitas, daya tumbuh >80% 4. Varietas Dena 1/ Anjasmoro/Argomulyo/Dega1 5. Perlakuan benih Agrisoy dicampur benih sebelum tanam, dosis 20 g/10 kg benih 6. Cara tanam Tugal, 2-3 biji/lubang, menggunakan alsintan 7. Jarak tanam 40 cm x 15 cm 8. Pupuk organik 1 t/ha 9. Pupuk NPK majemuk 250 kg Phonska/ha + 100 kg SP36/ha 10. Penyiangan Penyiangan ke-I umur 15-20 hari. Penyiangan ke-II pada umur 28-30 hari. 12. Pengendalian hama/penyakit Secara preventif dengan pestisida kimia 13. Saat panen Bila polong berwarna coklat, cara manual 14. Pembijian Menggunakan thresher Teknologi Budena di bawah tegakan kayu putih dikembangkan oleh Dr. Runik dkk (Balitkabi)/ Dr. Novita Nugrahaeni. Teknologi Budena telah dipergunakan juga olah BPTP Yogyakarta untuk budidaya kedelai di bawah tegakan kayu putih di Gunung Kidul seluas 7 ha pada tahun 2019.

Potensi pengguna: petani hutan kayu putih, Perhutani

    TRL: 7

BUDENA - Budidaya Kedelai di Bawah Naungan KELAPA SAWIT

Peningkatan produksi kedelai pada lahan kawasan tanaman kelapa sawit dilakukan melalui kegiatan ”BUDENA kelapa sawit" menggunakan varietas baru toleran naungan (Dena 1), Anjasmoro, Argomulyo dan Dega 1 dan perbaikan serta peningkatan efisiensi teknik budidaya. Perbaikan teknik budidaya dilakukan melalui optimalisasi pemupukan organik dan NPK serta penggunaan pupuk hayati Agrisoy. Perlakuan benih Agrisoy dicampur benih sebelum tanam, dosis 20 g/10 kg benih, Cara tanam Tugal, 2-3 biji/lubang, Jarak tanam 40 cm x 15/20 cm, Pupuk organik 1 t/ha, Pupuk NPK majemuk 250 kg Phonska/ha + 100 kg SP36/ha (bersamaan tanam) dan Dolomit 1 t/ha (sebelum tanam). Budena kelapa sawit dikembangkan oleh Dr. Gatut WAS, dkk (Balitkabi)/ Dr. Novita Nugrahaeni. PAda tahun 2018, Budena kelapa sawit telah dikembangkan di lahan kelapa sawit di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Potensi pengguna: petani kedelai

    TRL: 7
TRL: 8

BUDESA - Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Sawah

Kedelai yang dibudidayakan di lahan sawah setelah tanaman padi, masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produksi kedelai nasional. Komponen teknologi BUDESA meliputi: 1. Penyiapan lahan: Tanpa dilakukan pengolahan tanah, jerami dipotong 1-3 cm sebagai mulsa 2. Drainase: Dibuat saluran drainase secukupnya; kedalaman 25 cm 3. Herbisida pratumbuh: Diaplikasikan 4 – 5 hari sebelum tanah kedelai 4. Persiapan benih: Digunakan benih dengan daya tumbuh > 80%; 50 kg benih/ha 5. Varietas: Digunakan varietas kedelai terbaru, berumur genjah dan berukuran biji besar yaitu Dega 1, Detap 1, Devon 1, Devon 2, Derap 1 6. Penanaman: 2 – 3 benih/lubang 7. Waktu tanam: Tidak lebih 10 hari setelah panen padi 8. Cara tanam: Tugal atau sebar teratur 9. Jarak tanam: 40 x 15 cm 10. Pupuk NPK: Phonska 75 kg/ha + 50 kg SP 36 /ha 11. Pupuk kandang: 250 kg/ha sebagai penutup lubang tanam 12. Pupuk cair: Gandasil B umur 40 hari, dosis 400 g/400 liter/ha 13. Pengendalian HPT: Menggunakan pestisida; pengendalian OPT secara berkala 14. Pemeliharaan: Penyiangan dan pengairan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman 15. Pemeriksaan lapang: (jika untuk produksi benih) Dilakukan empat kali, sebelum tanam, umur 15 hari, saat berbunga dan menjelang masak, dan dikoordinasikan dengan BPSB setempat 16. Panen: Setelah 90% polong telah berwarna coklat 17. Prosesing: Menggunakan mesim perontok yang sesuai dengan persyaratan produksi benih. Budesa dikembangkan oleh Dr. M. Muchlish Adie dkk (Balitkabi). Pada tahun 2018, lokasi Budesa di Nganjuk (Jawa Timur) dan Sulawesi Tengah

Potensi pengguna: petani, peneliti, mahasiswa, swasta

    TRL: 8

UK 1 Agritan

UK 1 Agritan merupakan varietas unggul yang dilepas tahun 2016 dengan keunggulan adaptasi luas, dapat dipanen mulai umur 7 bulan, memiliki potensi hasil 41,84 t/ha dan rata-rata hasil 30,18 t/ha. UK 1 Agritan mempunyai rasa tidak pahit, kualitas rebus baik dengan tekstur daging ubi sedikit berserat. Kadar pati 19,92% bb, kadar HCN 18,87 ppm bb, agak tahan terhadap hama tungau dan penyakit busuk umbi. Pemulia UK 1 Agritan adalah Dr. Sholihin dkk (Balitkabi).

Potensi pengguna: petani ubikayu, industri pangan

    TRL: 6

Litbang UK 2

Litbang UK 2 merupakan varietas ubikayu berumur panen 9 – 10 bulan, memiliki potensi hasil 60,37 ton/ha, rata-rata hasil 42,22 ton/ha yang dielpas pada tahun 2012. Kulit luar umbi Litbang UK 2 berwarna coklat, warna kulit dalam umbi kuning kecoklatan/krem, warna daging umbi putih, ukuran umbi sedang. Sifat lain varietas yang tidak bercabang ini adalah kandungan HCN 31 ppm bb. Litbang UK 2 agak tahan terhadap serangan tungau dan penyakit busuk akar/umbi (Fusarium spp). Untuk mendapatkan 1 liter etanol 96% diperlukan 4,52 kg umbi segar dengan potensi hasil bioetanol 14,472 l/ha dan rata-rata hasil 10,122 l/ha. Pemulia Litbang UK 2 adalah Dr. Sholihin dkk (Balitkabi)

Potensi pengguna: petani ubikayu, industri bioetanol

    TRL: 6