Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

BATAN Kenalkan Pemeliharaan Ternak Sapi Secara Komunal kepada Pelaku ATP

(Kebumen, 27/09/2018), Dalam mendukung pelaksanan pembentukan 100 Science Techno Park (STP) yang merupakan salah satu program Nawacita Presiden RI Joko Widodo, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan Science Techno Park (STP) yang terdiri dari National Science Techno Park (NSTP) yang berada di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan dan tiga Agro Techno Park (ATP) yang berada di Musi Rawas, Klaten dan Poliwali Mandar.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilkan para pelaksana ATP, BATAN bekerja sana dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, melaksanakan Pelatihan Pemagangan Pemeliharaan Ternak Sapi Secara Komunal di Hotel Candisari Kebumen yang dibuka secara resmi oleh Keala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat, Rabu (26/09/2018).

Dalam sambutannya, Totti Tjiptosumirat mengatakan bahwa pembentukan STP ini diharapkan bisa menjadi suatu unsur terkecil di daerah, untuk mempercepat proses alih teknologi yang telah dihasilkan oleh lembaga litbang, dalam hal ini BATAN, sehingga mampu percepat perputaran roda ekonomi di daerah masing-masing.

“Salah satu kegiatan STP adalah memanfaatkan teknologi peternakan yang nantinya diharapkan bisa mendukung secara keseluruhan program STP dalam rangka peningkatan permutaran roda ekonomi di daerah,” jelas Totti Tjiptosumirat.

Totti berharap, dengan mengikuti kegiatan ini para pelaku STP di  daerah dapat meningkatkan ilmu bagaimana memeliharan ternak secara komunal khususnya  terkait dengan cara memilih ternak yang baik untuk dapat dipelihara, sehingga berdampak positif terhadap perputaran roda ekonomi.  Untuk itu, juga diharapkan kepada para peserta pelatihan pemagangan dapat menyerap semua semua ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini dan dapat diterapkan serta ditularkan kepada para peternak lain di daerah masing-masing.

Dalam pelatihan pemagangan yang diselenggarakan semala dua hari ini, selain mendapatkan teori yang berkaitan dengan pemeliharaan ternak sapi secara komunal yang terintegrasi, para peserta juga melakukan studi banding di Eduwisata Sapi PO di Desa Sitiadi, Kecamatan Puring, Kabupatan Kebumen, Kamis (27/09/2018). Dalam studi banding tersebut, para peserta belajar tentang pengolahan pakan ternak, seleksi bibit ternak (pengukuran calon bibit, jantan dan betina) maupun pengolahan limbah ternak.

Menurut salah seorang peneliti dari BATAN, Boky Jeanne Tuasikal, pemerintah dalam hal ini BATAN, tengah mengembangkan agro techno park untuk pertanian terpadu yakni padi, kedelai dan peternakan. Hasil-hasil litbang yang dihasilkan BATAN di NSTP Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, diaplikasikan di wilayah ATP, seperti benih varietas unuggul baik padi maupun kedelai yang dipadukan dengan peternakan. Limbah dari pertanian dapat menjadi bahan pakan ternak sedangkan limbah ternak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. (arial)