Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

IAEA Menunjuk BATAN dan Malaysian Nuclear Agency Sebagai Penyelenggara Research Reactor School

Yogyakarta, 05/11/2018 – Delapan negara yaitu Indonesia, Bangladesh, Iran, Iraq, Malaysia, Myanmar, Philipina, Vietnam, ikut dalam kegiatan Research Reactor School on Reactor Physics and Neutron Applications for the Asia Pasific Region di Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) BATAN Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir (TEN), Dr. Suryantoro. Dalam sambutannya Suryantoro mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan secara kolaborasi dengan negara-negara se Asia Pasifik. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dari masing-masing peserta terkait dengan reaktor eksperimen (phisics) kemudian terkait juga dengan aplikasi netron,” demkian kata Suryantoro.

Selanjutnya dikatakan bahwa aplikasi netron dan fisika reaktor ini memang harus terus lebih digiatkan. Saat ini Indonesia masih memiliki 3 reaktor, di negara-negara peserta ini ada yang reaktornya tidak beroperasi, Philipina misalnya, Myanmar juga tidak punya reaktor. Malaysia dan Thailand punya reaktor sehingga bisa bekerja sama, bagi yang belum punya reaktor diharapkan bisa belajar sehingga bisa meningkatkan kemampuan. Contoh Myanmar yang pada pertemuan ini pesertanya seorang dosen. Myanmar belum punya reaktor, sehingga bisa belajar disini dan nantinya akan disampaikan di perguruan tingginya untuk meningkatkan kemampuan dalam mengajar mahasiswanya.

“Selain reaktor di Jogja, kita masih punya reaktor di Bandung dan Serpong yang jauh lebih canggih, sehingga bisa menjadi center of excellentuntuk di ASEAN khususnya, bisa belajar di Indonesia. Mengapa seperti itu, kalau belajarnya ke negara yang lebih maju, mereka hanya bisa melihat, tetapi kalau di negara yang gap-nya tidak terlalu besar (seperti Indonesia yang reaktornya jenisnya sama), mereka bisa belajar dan langsung bisa implementasi, karena gap-nya tidak terlalu besar sehingga mengejarnya pun tidak terlalu jauh,” demikian kata Suryantoro.

Bidang reaktor di BATAN Jogja mempunyai program khusus yaitu Nuclear School dan IRL (Internet Reactor Laboratory) yaitu praktekum reaktor jarak jauh secara langsung dengan menggunakan media internet. Berdasarkan permintaan yang masuk, saat ini minat mahasiswa melakukan praktekum ke reaktor mengalami kenaikan. “Dengan adanya kegiatan ini, kami siap bekerja sama dengan berbagai pihak”, demikian kata Taxwim.

Pertemuan yang diikuti oleh para peneliti dan kalangan perguruan tinggi diberbagai negara itu berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan 9 November 2018. Tri Nugroho selaku koordinator penyelenggara mengatakan, “Kegiatan ini atas prakarsa IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional), dan untuk tahun 2018 ini Indonesia dan Malaysia (Malaysian Nuclear Agency) ditunjuk kesediaannya untuk jadi tuan rumah penyelenggara”, kata Nugroho.

Selama 5 hari di BATAN Yogyakarta, peserta akan mendapat materi berupa teori dan latihan praktis tentang kekritisan reaktor,  pemanfaatan reaktor riset, pengoperasian reaktor, pengukuran reaktifitas, dan pemanfaatan reaktor lainnya. Kegiatan seperti ini nantinya akan mendukung pembelajaran online, pembelajaran jarak jauh, dan memperkuat jaringan pendidikan nasional dan regional, sumber daya manusia dan pengembangan pengetahuan.  (biw)