Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Iradiator Gamma Merah Putih Hadir di Tengah Konferensi Tingkat Menteri IAEA

(Vienna, 27/11/2018). Iradiator Gamma karya anak bangsa atau yang disebut dengan Iradiator Gamma Merah Putih menjadi poin utama dari pameran Indonesia yang digelar pada Konferensi Tingkat Menteri Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/ IAEA), di Vienna International Centre, Vienna, Austria, Rabu (28/11). Dengan mengambil tema "Memanfaatkan Teknologi Radiasi: Memberdayakan Sektor Industri, Berkontribusi untuk Pembangunan Ekonomi“, pameran kali ini bertujuan untuk menghadirkan manfaat teknologi nuklir dan upaya hilirisasinya ke sektor industri.

“Pameran ini menyoroti kontribusi signifikan dari aplikasi teknologi radiasi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup, dan juga dalam memberikan dampak sosial-ekonomi yang positif melalui pemberdayaan sektor strategis nasional yang relevan, termasuk industri usaha kecil dan menengah“ ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat pembukaan pameran.

Jamu dalam bentuk kemasan kapsul menjadi salah satu produk iradiasi yang dihadirkan pada pameran ini.

“Bagi sebagian dari Anda yang tidak akrab dengan produk ini, jamu adalah minuman herbal tradisional Indonesia. Berkat teknologi radiasi, produk jamu kami kini memasuki pasar global yang kompetitif,“ lanjut Puan.

Melalui kerja sama dengan Institute of Istopes Hongaria, Indonesia telah berhasil membangun Iradiator Gamma Merah Putih dengan kandungan lokal hingga 84%. Fasilitas yang berlokasi di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan ini diresmikan pada November 2017 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla dan sebagai model untuk membangun iradiator gamma di daerah lain di Indonesia.

Manajer Operasional Liza Herbal International (LHI), Rudi, salah satu perusahaan obat herbal yang memanfaatkan iradiasi mengatakan, menggunakan iradiasi dapat memperpanjang masa umur simpan sehingga produknya lebih kompetitif.

“Aplikasi proses iradiasi pada teh, produk herbal atau jamu telah berhasil memperpanjang umur simpan produk kami, sehingga produk kami lebih kompetitif di pasar & mendukung pengembangan bisnis kami,“ demikian testimoni Rudi seperti yang disampaikan melalui presentasi Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Hendig Winarno saat side event.

Senada dengan Rudi, Direktur Gerak Tani, N.J Sembiring, melalui testimoni pada presentasi tersebut, mengaku terbantu dengan proses iradiasi hasil kerja sama dengan BATAN sehingga produknya tidak perlu menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.

“Proses iradiasi pada produk makanan dan rempah-rempah kami telah membantu kami dalam meningkatkan daya saing di pasar, memungkinkan tanggal kadaluwarsa lebih lama tanpa menggunakan pengawet bahan kimia apa pun”, kata Sembiring.

Dengan penguasaan Indonesia dalam teknologi iradiator gamma, Puan mengatakan Indonesia siap untuk memainkan peran yang lebih aktif untuk membantu negara-negara berkembang serta berbagi pengalaman, pembelajaran dan mempromosikan penguatan kerjasama Selatan-Selatan. (tnt).