Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Pelatihan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh Tahap 2 Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu

Pekanbaru, Senin 29 Oktober 2018, Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh menyelenggarakan Pelatihan Lanjutan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh Untuk Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hulu dilaksanakan di Hotel Alpha Pekanbaru Provinsi Riau pada tanggal 29 - 31 Oktober 2018.

Bimbingan Teknis dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu, H. Agung Nugroho dan Bukti Bagja dari Manager Akuntabilitas Tata Guna Lahan (WRI). Dalam sambutannya, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu H. Agung Nugroho menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun 2010, luas perkebunan rakyat yang terbesar adalah Kelapa Sawit dan Karet. Terhadap luas hutan dan kebun diatas, perlu adanya perencanaan pengelolaan yang baik demi terwujudnya pembangunan yang berkesinambungan, guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. Mengingat saat ini lajunya pembangunan kebun oleh masyarakat sangat mengancam keberadaan kawasan hutan. Untuk itulah perlu adanya rencana strategis, dengan harapan pengendalian terhadap pemanfaatan hasil sumber daya hutan dan kebun dapat dilaksanakan dengan baik. Kondisi yang demikian membuat kami berasumsi bahwa perlu adanya pelatihan data spasial. Harapan kami agar kegiatan pelatihan pengolahan informasi geospasial ini dapat mendukung pergeseran orientasi pengelolaan sumber daya hutan dan kebun dari pengelolaan hutan dan kebun menjadi pengelolaan sumber daya. Teknologi saat ini memiliki kaitan erat dalam pengelolaan data spasial yang lebih efisien, cepat dan terstandart. Semakin berkembangnya teknologi juga harus diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia yang maju. Sumber daya manusia itu sendiri memiliki peran penting dalam pengelolaan data dan informasi geospasial daerah. Kondisi yang demikian maka WRI Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menyelenggarakan Pelatihan untuk membantu sumber daya manusia pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, khususnya Dinas Peternakan dan Perkebunan Rokan Hulu dalam melaksanakan pemetaan perkebunan rakyat sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola lahan sekaligus mendukung pelaksanaan kebijakan satu peta ditingkat pemerintah kabupaten.

Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 10 (sepuluh) peserta yang berasal dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Rokan Hulu. Peserta selanjutnya mendapatkan materi dan praktikum pelatihan pengolahan citra digital meliputi prosedur perolehan data secara langsung dengan pembuatan citra komposit, penajaman citra, dan ekstraksi informasi penutupan lahan serta delineasi lahan perkebunan secara ‘visual on screen’ (digitasi). Praktikum pengolahan lebih menfokuskan pada kegiatan deliniasi hasil interpretasi terutama pada objek perkebunan. Peserta juga dibimbing dalam menentukan perbedaan perkebunan sawit, karet maupun akasia melalui unsur-unsur interpretasi. Peserta juga dibimbing untuk membedakan estimasi fase tumbuh tanaman sawit dan padi. Seluruh kegiatan praktikum dalam pengolahan data dilakukan dengan memanfaatkan software Arc GIS 10.5.

Data yang digunakan dalam praktikum adalah Data SPOT 7 wilayah Kabupaten Rokan Hulu perekaman tanggal 16 Juli 2018. Pada sesi akhir setelah melakukan identifikasi perkebunan melalui deliniasi dilakukan penghitungan luas area deliniasi, sehingga para peserta dapat mengetahui luas area yang telah dideliniasi berdasarkan kelas lahan yang telah di interpretasi menggunakan citra satelit SPOT 7 wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Pelatihan hari pertama ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antar peserta dan instruktur dari LAPAN. Instruktur dalam Pelatihan ini diantaranya  Masnita Indriani Oktavia, Dwi Nurcahyo Putro