Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Nota Kesepahaman Kerjasama antara P2MM LIPI Dengan Swinburne University, Australia Resmi Disahkan

Peluang-peluang kerjasama baik dengan pihak internal maupun eksternal terus dibangun oleh P2MM LIPI. Kali ini, P2MM LIPI mendapat kesempatan untuk dapat menjajaki peluang kerjasama eksternal dengan Swinburne University yang dihadiri oleh tamu undangan, A/Prof. Akbar Rhamdani dari Swinburne UT, Australia, Peneliti dari Keltian Baja Unggul, Fatayalkadri Citrawati, Adil Jamali dan Bintang Adjiantoro, Peneliti dari Keltian Nilai Tambah, Firdiyono, Agus Budi Prasetiyo dan Eni Febriana, Peneliti dari Keltian Energi/PUI, Efendioleh Prof. Akbar Ramdhani pada tanggal 24 September 2018. Pada pertemuan ini, khusus membicarakan kerjasama antar lembaga di bidang "Steel Making dan Extractive Metallurgy". Kerjasama yang dimaksud disini berupa kegiatan penelitian bersama, publikasi bersama dan supervisi bersama.

Sebagai tindaklanjut dari diskusi ini, maka disusunlah Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak yang ditandatangani oleh Prof. Aleksandar Subic Deputy Vice-Chancellor (Research & Development) di Swinsburne University of Technology dan Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material. Topik-topik yang menjadi dasar kerjasama adalah sesuai dengan aktifitas penelitian kedua belah pihak adalah steel making process dan extractive metallurgy, dimana kedua topik ini kemudian dibreakdown menjadi topik-topik spesifik antara lain :

  • untuk steel making yaitu pengolahan NPI dalam kaitannya dengan proses pemurnian, penghilangan pengotor atau secondary metallurgy, kemudian juga  menggunakan modelling pada saat proses converting dilakukan
  • edangkan untuk extractive metallurgy yaitu BNC solar reactor, rare earth element dan ilmenite Indonesia.
  • Jumlah pegawai/mahasiswa yang bisa dikirimkan untuk melakukan penelitian adalah sebanyak 10 mahasiswa dalam 5 tahun.
  • Skema pendanaan dapat diperoleh dari Ristekdikti, ARC Grant, DFAT, Ausaid atau skema pendanaan lain. Proposal perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan A/Prof Akbar Rhamdani guna memperoleh pendanaan riset selama di Australia.