Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Seminar Internasional Kedua Penguatan Peran Ilmu Sosial Kemanusiaan (ICSSH 2018) 

Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPSK-LIPI) menyelenggarakan The 2nd International Conference on Social Sciences and Humanities (ICSSH 2018) pada 23-25 Oktober 2018 di Auditorium Utama LIPI, Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan, Indonesia. 

Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) mendiskusikan perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora di Indonesia dan negara-negara lain, baik secara teoretis maupun terapannya dalam berbagai bidang; 2) membangun jejaring akademik dengan mempertemukan para akademisi di lingkungan IPSK-LIPI dengan para akademisi dari berbagai lembaga penelitian dan universitas.

ICSSH 2018 mengundang para akademisi nasional dan internasional untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun pemakalah. Bagi calon pemakalah dapat mengirim abstrak sesuai dengan tema-tema panel di bawah ini:


Pengiriman Abstrak dan Paper bisa dikirimkan melalui email icssh2018@gmail.com 


PANEL 1: Masyarakat Pinggiran (eksklusi sosial) – Marginalized Society (P1)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Masyarakat Indonesia

Diskusi pada panel 1 ini bertujuan memahami eksklusi sosial yang terjadi karena globalisasi, khususnya terkait dengan minoritas agama, komunitas masyarakat adat, minoritas akibat kelas sosial, termausk petani miskin, kaum miskin perkotaan, kaum buruh, dan orientasi gender. Panel ini akan memberikan ruang pada makalah-makalah yang mampu menampilkan formulasi teori, konsep, dan pengalaman empiris penelitian lapangan. Makalah yang mampu memberikan analisis yang mendalam tentang bagaimana komunitas-komunitas yang tadinya ter-eksklusi mampu hidup atau menciptakan inklusi sosial akan mendapat perhatian.

PANEL 2: Dinamika Kependudukan terkait Globalisasi (P2)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Kependudukan Indonesia 

Indonesia dengan jumlah penduduk kelima di dunia dan negara muslim terbesar di dunia menjadi perhatian global. Ketidakstabilan apa pun yang terjadi di Indonesia akan merambat secara regional dan global. Oleh sebab itu, isu migrasi domestik dan internasional, urbanisasi dan de-peasant-isasi, serta pertumbuhan penduduk dan gaya hidup beralas agama menjadi hal penting untuk dibahas.Makalah-makalah yang isinya mencoba melihat teori/konsep ilmu kependudukan terkait dengan gejala demografis, politik, ekonomi, etnisitas, migrasi desa-kota, kaum muda, pendidikan, tenaga kerja, dan sebagainya akan menjadi prioritas dalam panel ini. 

PANEL 3: Strategi Menuju Pembangunan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing (P3)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Ekonomi Pembangunan 

Guna melepaskan diri dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trapped), Indonesia masih perlu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun demikian, pertumbuhan tinggi belum tentu menjamin tercapainya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan (sustainable development). Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan merupakan tujuan, namun lebih pada prakondisi untuk mencapai cita-cita pembangunan. Pada sisi proses, pembangunan ekonomi dihadapkan pada lingkungan strategis regional dan global yang sangat dinamis. Revolusi industri jilid empat yang berlangsung begitu cepat melalui perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi, membuat digitalisasi, otomatisasi, dan intelegensi artifisial, menjadi peluang dan risiko yang juga perlu diantisipasi. Panel ini dimaksudkan untuk membangun kerangka dan konsepsi pembangunan ekonomi yang memungkinkan Indonesia dapat menjadi negara maju baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Lingkup gagasan yang akan didalami dalam panel ini mencakup: makro ekonomi modeling, sumber daya manusia, infrastruktur, sumber daya, energi dan lingkungan, keuangan yang inklusif, tata kelola pemerintahan, ekonomi kreatif, sektor informal, usaha mikro, kecil dan menengah, industri dan perdagangan, kawasaan ekonomi khusus, ekonomi maritim, dan badan usaha milik desa. 

PANEL 4: Transformasi Sosial dan Budaya (P4)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Masyarakat dan Budaya

Selain memberikan penguatan terhadap peradaban dan kehidupan keseharian, globalisasi juga menciptakan konservatisme agama sebagai bagian dari keterkaitan global. Munculnya radikalisme bernuansa agama dan keberadaan agama negara versus agama lokal terasa menggelisahkan, khususnya ketika kepentingan politik nasional dan lokal memberikan warna.Globalisasi juga memengaruhi pengelolaan sumber daya alam, seperti pengelolaan hutan, pengelolaan wilayah pantai dan isu maritim. Selain itu, penting untuk memahami society, science and technology untuk memahami keberadaan dan peran ilmu bagi masyarakat dan negara.Makalah-makalah yang mampu menghadirkan teori dan konsep-konsep serta mengaitkannya dengan penelitian empiris yang terkait dengan konservatisme agama, pengelolaan sumber daya alam, dan isu-isu keberlanjutan serta ketahanan sosial-budaya akan menjadi prioritas.

PANEL 5: Tantangan Demokrasi pada Dunia yang Mengglobal (Challenges of Democrarcy in A Globalized World) (P5)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Penelitian Politik

Dalam perspektif ilmu politik, dinamika yang ada pada suatu kawasan atau negara yang berpengaruh akan memengaruhi negara lain. Munculnya radikalisme yang ada di Indonesia tidak hanya perjumpaan kebudayaan, melainkan saling meniru secara politik dari elemen-elemen yang ada pada suatu negara melalui berbagai kanal hubungan. Kemudian, munculnya politik identitas yang semakin mengentalkan aspek suku, agama, ras dan antargolongan dalam perilaku politik menjadi bagian dari proses globalisasi. Khusus di Indonesia, pemilihan presiden dan kepala daerah semakin mewarnai dinamika politik Indonesia pascareformasi. Makalah-makalah yang mampu menampilkan analisis yang kuat antara teori/konsep dengan penelitian empiris akan menjadi prioritas dalam subtema ini.

PANEL 6: Globalisasi dan Konektivitas (Globalization and Connectivity) (P6)
Penyelenggara: Redaksi Jurnal Kajian Wilayah

Globalisasi dan konektivitas menjadi hal yang tak terpisahkan dalam masyarakat di seluruh dunia. Keberadaan perusahaan-perusahaan multinasional tentu saja membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi satu negara, namun demikian ada pula nilai-nilai negatif yang berdampak pada masyarakat lokal, khususnya pada kelompok minoritas, baik terkait politik, ekonomi maupun hak mendasar atas keberadaannya. Pertentangan mengenai nilai-nilai global dan lokal masih menjadi isu menarik di berbagai kawasan di dunia. Selain itu, tantangan masyarakat kawasan tidak hanya pada pergerakan modal dan semakin menjamurnya perusahaan multinasional, diplomasi infrastruktur yang dilakukan secara besar-besaran oleh negara pemilik modal pun menjadi tantangan yang tidak terelakkan. Pembangunan jalan, jembatan, MRT, LRT dan berbagai sarana dan prasarana infrastruktur di kawasan Asia dan Afrika menjadi tantangan sekaligus peluang studi kawasan yang perlu dikaji lebih mendalam. Isu sustainable development juga menjadi tantangan dari globalisasi, terutama karena pembangunan infrastruktur di berbagai belahan dunia. Namun demikian, ada peluang yang juga terbentuk pada era globalisasi ini yaitu melalui digital culture dan ekonomi, salah satunya melalui transaksi ekonomi tanpa uang tunai (cashless), animasi dan perkembangan start-up di kawasan Asia. China and Global Connectivity; Financial and Technology and Global Connectivity; Economic and Cultural Networking Beyond Boundaries 

PANEL 7: Democracy, Identity, and Religion in Contemporary Southeast Asia (P7)
Penyelenggara: - 

Southeast Asia is a uniquely region that consist of majority Muslim in the maritime island, Buddhist in mainland, and Christianity in Philippines. Islam is a majority religion over 40 percent of Southeast Asian population, followed by Buddha and Christian. The intersection of democracy, identity, and religious issues becomes an interesting theme for the study. As for what is happening in Indonesia, the Jakarta local electionswasone of the most visible case, besides many similar cases in other part of Indonesian local elections. These issuesalso emerged in several political cases in Myanmar such as Saffron Revolution that has impactedon conflict in Muslim areas and destruction several places around the mosque in the city of Meikhtila.Other case such the migration of the ethnic of Rohingyato neighbouring countries became a crucial issue in the region.A similar action took place in Sri Lanka with actions led by monk-led groups such as BoduBalaSena causing inter-religious political tensions.The Thailand government must deal with the struggles of the Muslim population in Yala, Pattani and Naratiwat, which until now have not had a clear solution.The Philippine government is facing an armed Muslim rebellion in the south region. In Malaysia, religious intolerance and conflict have found in court, street, media and part of religio-ethnic political agenda, and rarely reached violent actions. How the contemporary Southeast Asia deals with the intersection of democracy, identity, and religious issues? 

Keynote Speakers

1. Prof Dr Nancy Lee Peluso (UC Berkeley) 
2. Dr Chuang Beng Huat 
3. Dr Saba Mahmood 
4. Prof Dr I Wayan Arka (ANU)