Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Seminar Peran Sektor Swasta dan Peluang Insentif dalam Pembangunan Rendah Karbon di Kalimantan Timur

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Dr. Ir. Syaiful Anwar M.Sc., menekankan pentingnya peran swasta dalam proyek penurunan emisi di Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, sektor swasta memiliki kapasitas yang dapat disumbangkan untuk upaya-upaya mengurangi deforastasi dan degradasi hutan dan lahan.

“Pelibatan sektor swasta menjadi amat penting karena sektor ini berurusan langsung dengan komoditas yang diperkirakan menjadi deforestasi/degradasi”, ucap Syaiful ketika membuka seminar Peran Sektor Swasta dan Peluang Insentif dalam Pembangunan Rendah Karbon di Kalimantan Timur, Selasa (27/11/2018) di Hotel Aston, Samarinda, Kalimantan Timur.

Syaiful melihat strategisnya posisi sektor swasta dalam proyek penurunan emisi tidak dibarengi dengan tingginya minat sektor tersebut untuk terlibat di dalamnya. Untuk itu ia menuturkan perlunya strategi agar sektor swasta terangsang terlibat dalam program REDD+.

“Pelibatan sektor swasta secara aktif dalam REDD+ dapat terus ditingkatkan melalui insentif dari lembaga keuangan bagi perusahaan, pengembangan skema sertifikasi, dan implementasi cara-cara baru yang ramah lingkungan”, demikian ia menekankan.

Selain itu, Syaiful mengatakan bahwa bagi sektor swasta yang terlibat akan mendapatkan keuntungan dari sisi brand perusahaan. Label produk ramah lingkungan atau nol deforestasi (zero deforestation products) dapat disematkan di tiap produk yang dihasilkan. Ia melihat, hal itu dapat membantu pemasaran produk di pasar global.

“Tuntutan pasar global saat ini lebih mengapresiasi produk-produk yang ramah lingkungan”, kata Syaiful. “Setelah tidak ada persoalan dengan lingkungan hidup, maka perusahaan tinggal fokus dalam peningkatan daya saing produk dan jasa yang dihasilkan”.

Dalam agenda yang sama, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan S.T M.T juga menekankan hal itu. Sektor swasta wajib terlibat dalam proyek pengendalian perubahan iklim di Kaltim. Ia mencontohkan program Kaltim Green1  yang dalam proses perjalanannya membutuhkan kerjasama pihak swasta.

“Program Kaltim Green tidak akan berjalan jika hanya mengandalkan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), tapi juga menuntut perusahaan untuk berpartisipasi aktif untuk menurunkan emisi”, jelas Fahmi. “Sektor swasta sangat penting untuk menurunkan deforestasi dan degradasi (hutan dan lahan)”.

Fami menjelaskan pelibatan swasta dalam menurunkan emisi karbon merupakan langkah baik. Meski begitu, ia mengingatkan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, antara lain siapa yang nantinya akan mengawasi jalannya keterlibatan sektor swasta dalam proyek penurunan emisi.

“Kami berharap ada opsi-opsi pelibatan swasta yang berpegang pada prinsip tidak merusak alam, memiliki dasar hukum yang jelas, dan mendukung bisnis yang berkelanjutan”, jelasnya.