Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

Nama PUI: Pusat Unggulan Iptek Kopi dan Kakao Lembaga Induk: PT. Riset Perkebunan Nusantara Provinsi: Jawa Timur Website: http://iccri.net/ Alamat: Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember 68118

 

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) berdiri  sejak tahun 1911, dengan nama  Besoekisch Proefstation. Pada tahun 1981, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Pertanian No. 786/Kpts/Org/9/1981 Puslitkoka ditetapkan sebagai  lembaga penelitian perkebunan yang mempunyai mandat untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao secara nasional. Setelah mengalami beberapa kali perubahan nama, sejak tahun 1993 namanya menjadi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Sejak tahun 2008 Puslitkoka telah ditetapkan oleh Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP), sebagai lembaga yang terakreditasi (Sertifikat No. PLM 015-INA-2008, dan telah direakredistasi dengan Sertifikat No. PLM 015-INA-2012), reakreditasi diperoleh pada tahun 2016. Pada tahun 2012 Puslitkoka mendapatkan penghargaan anugerah IPTEK 2012 “Prayogasala” sebagai Lembaga Penelitian yang Mandiri dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Atas pencapaian hasil penelitian dan pengembangan yang cemerlang dan dapat diaplikasikan pada agrobisnis dan agroindustri kkopi dan akao, pada tanggal 5 Desember 2012, melalui Surat Keputusan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia No.189/M/Kp/XI/2012, Puslitkoka ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Kakao dan pada tahun 2013 ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Kopi Kepmenristek Nomor 284/M/Kp/XI/2013. Sejak tahun 2016 ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Kakao dan Kopi oleh Kementerian Riset dan Teknologi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 553/M/Kp/XII/2016 tanggal 14 Desember 2016.  

Tugas Pokok Dan Fungsi

Sebagai pengemban mandat penelitian dan pengembangan komoditas kopi dan kakao nasional, Puslitkoka mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut: a) Melakukan penelitian guna mendapatkan varietas/klon unggul baru, serta inovasi teknologi di bidang kopi dan kakao dari hulu (on farm), hilir (off farm) serta rantai pasoknya, b) Melakukan kegiatan pelayanan kepada pekebun kopi dan kakao di seluruh Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi, c) Membina kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan penelitian dan pelayanan, d) Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut, Puslitkoka menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik nasional maupun internasional. Pada saat ini Puslitkoka telah menjalin kerjasama penelitian dan pengembangan kopi dan kakao dengan lebih dari 50 lembaga.

Visi Dan Misi

Visi  :     Menjadi lembaga penelitian dan pengembangan kopi dan kakao yang mandiri dan unggul di tingkat internasional.

Misi : 1) Menghasilkan inovasi teknologi agroindustri kopi dan kakao sesuai dengan dinamika kebutuhan pengguna (demand driving), 2) Mempercepat diseminasi dan alih teknologi hasil inovasi teknologi dan penjaringan umpan balik dari pengguna, 3) Meningkatkan peran dalam penelitian dan pengembangan agribisnis kopi dan kakao, serta kerjasama penelitian dan pengembangan di tingkat nasional maupun internasional, 4) Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas khususnya yang terkait dengan kemandirian lembaga secara finansial, 5) Meningkatkan kompetensi pelayanan secara prima kepada pengguna dan kesejahteraan karyawan.

Tujuan Dan Sasaran

Tujuan kegiatan penelitian dan pengembangan adalah menghasilkan inovasi teknologi yang komprehensif yang dapat menunjang : 1) Peningkatan produktivitas tanaman kopi dan kakao, 2) Peningkatan dayasaing kopi dan kakao melalui peningkatan kualitas, diversifikasi produk, serta konservasi maupun efisiensi sumberdaya, 3) Terciptanya industri perkebunan yang mantap dan berkesinambungan melalui : - Inventarisasi, karakterisasi, evaluasi, dan konservasi sumberdaya alam, - Perbaikan potensi genetik tanaman untuk menunjang peningkatan produktivitas dan kualitas, - Pengembangan sistem agribisnis berkelanjutan, - Analisis kebijakan, kelembagaan, sosial ekonomi dan komoditas, - Diseminasi hasil penelitian, - Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sasaran

Program penelitian dan pengembangan Puslitkoka diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekebun, memajukan industri komoditas kopi dan kakao, meningkatkan pendapatan devisa negara, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, serta meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelolaan komoditas kopi dan kakao. Oleh karena itu sasaran yang hendak dicapai adalah a) Tersedianya teknologi dan kebijakan yang mempunyai dampak besar terhadap: 1) upaya untuk mengatasi kendala produksi maupun mutu, 2) upaya peningkatan mutu hasil, kelestarian alam, optimalisasi sumberdaya, maupun pengembangan diversifikasi produk, b) usaha dan iklim agribisnis yang kondusif, c) Tersedianya bahan tanam unggul, d) Terlaksananya proses alih teknologi agribisnis dan agroindustri, e)Terbangunnya citra sebagai lembaga penelitian yang terpercaya.

Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia Puslitkoka terdiri atas 287 pegawai, dengan jenjang pendidikan:  S3 sebanyak 7 orang, S2 sebanyak 19 orang, S1 sebanyak 64 orang, S0 sebanyak 21 orang, SLTA sebanyak 93 orang, SLTP sebanyak 14 orang, dan SD/lainnya sebanyak 69 orang. Sebagai komponen utama dalam lembaga penelitian, SDM peneliti sampai tahun 2016 berjumlah 40 orang, yang berdasarkan jenjang fungsionalnya terdiri atas : Peneliti Utama sebanyak 7 orang, Peneliti Madya 6 orang, Peneliti Muda 6 oang, Peneliti Pertama 13 orang, Peneliti Pengembangan 4 dan Calon Peneliti 4 orang. Para peneliti dikelompokkan ke dalam 5 Kelompok Peneliti (Kelti), yaitu Kelti Pemuliaan Tanamandan Bioteknologi, Kelti Agronomi, Kelti Tanah dan Air, Kelti Perlindungan Tanaman, dan Kelti Pascapanen.

Kerjasama Riset dan Pengembangan

Selama tiga tahun terakhir telah dijalin kerjasama Non riset dengan 378 lembaga dalam negeri, dan kerjasama riset dengan 66 lembaga dalam negeri dan 20 lembaga luar negeri. Selain itu juga telah dijalin kerjasama dengan lima pelaku industri terbesar kakao dunia, yaitu : ADM Cocoa, Barry Callebaut, Mondelez International, Nestle International dan MARS, Nestle dll.

Pelayanan Jasa

Pelayanan jasa yang dilaksanakan, antara lain dapat dikelompokkan menjadi : 1) Jasa konsultansi rencana pembangunan kebun produksi, kebun penghasil bahan tanam, bussines plan, detail engineering desain pabrik, pemurnian bahan tanam unggul dan evaluasi penerapan teknologi di kebun, 2) Capacity building dalam bentuk pelatihan, magang, pendampingan/pengawalan penerapan teknologi untuk peningkatkan produktivitas, 3) Jasa analisis laboratorium, kalibrasi peralatan; analisis tanah, air dan jaringan tanaman; analisis pupuk (kimia, organik dan hayati); analisis produk hilir (biji kakao) dan analisis hama penyakit, 4) Jasa sertifikasi antara lain: LsPro- CCQC (Center for Certification of Qualities and Commodities) dan LP Puslitkoka, kedua lembaga tersebut telah diakreditasi oleh KAN. Pelayanan jasa analisis di Laboratorium Tanah, mencapai sekitar200 contoh/tahun. 

Kegiatan pelayanan jasa penelitian selama 3 tahun terakhir,  pemberian advis/bimbingan teknis sebanyak 345 kali/tahun dan pelatihan/magang/studi banding sebanyak 88 kali/tahun. Pengguna jasa tersebut antara lain lembaga pemerintah/swasta, perkebunan Negara/swasta, mahasiswa/siswa bidang pertanian, serta petani/kelompok tani.

Diseminasi hasil penelitian

Diseminasi hasil penelitian dilakukan melalui : Simposium, Workshop, Temu Lapang, Pelatihan, Pendampingan Teknologi, dan Website, Pameran dll.  

Publikasi

Puslitkoka menerbitkan Jurnal Ilmiah hasil penelitian dengan nama Pelita Perkebunan yang diterbitkan 3 kali dalam satu tahun, yang telah terakreditasi oleh LIPI sejak tahun 2006, kemudian direakreditasi 2009 dan 2012 (No.173/AU2/P2MI-LIPI/08/2012) serta E-Journal (www.ccrjournal.com). Di samping itu juga Puslitkoka juga menerbitkan Warta Puslitkoka, Review Penelitian Kopi dan Kakao, Prosiding,  buku, booklet, leaflet, dan poster.

Di samping menerbitkan jurnal hasil penelitian, Pusat Penelitiaan Kopi dan Kakao Indonesia juga melakukan penyampaian hasil penelitian dan memperkenalkan produk-produk hasil penelitian yang dihasilkan dengan mengikuti pameran-pameran dalam negeri dan luar negeri lebih dari 15 kali/tahun.

Sarana Dan Prasarana Riset

1. Kebun Riset / Kebun Percobaan

Puslitkoka mempunyai 3 Kebun Percobaan (KP) yaitu : KP. Kaliwining di Kabupaten Jember seluas 160,5 ha, KP. Sumber Asin di Kabupaten Malang seluas 104,17 ha dan KP. Andungsari di Kabupaten Bondowoso seluas 105,97 ha.

2. Laboratorium Riset : a) Laboratorium Pemuliaan Tanaman, 1 unit, b) Laboratorium Agronomi,  1 unit, c) Laboratorium Tanah dan Air, 1 unit, d) Laboratorium Proteksi Tanaman, 3 unit, e) Laboratorium Pascapanen, 2 unit, f) Laboratorium Kultur Jaringan/Somatic embryogenesis (SE), 1 unit, g) Laboratorium Jasa Analisis tersertifikasi oleh KAN, 2 unit, h) Bengkel Rekayasa Alsin dan Pilot Plan Pengolahan Kopi dan Kakao Skala UKM, 1 unit, i) Laboratorium Informasi dan Pelatihan Agribisnis Kopi Kakao, 1 unit, j) Green House, 4 unit, k) Pengering kopi dan kakao, 1 unit, l) Kawasan Cocoa and Coffee Tehcno Science Park, 1 Kawasan.


Kontak Lembaga

Contact Person