Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Pusat Penelitian Oseanografi

Nama PUI: Pusat Unggulan Iptek Bioprospeksi Laut Lembaga Induk: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Provinsi: Jakarta Website: https://www.oseanografi.lipi.go.id Alamat: Jl. Pasir Putih no. 1 Ancol Timur Jakarta 14430

1.1. Kondisi Umum Lembaga
1.1.1. Sumber Daya Laut Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayah kedaulatan dan yuridiksinya membentang di hamparan khatulistiwa, yang secara geografis terletak di 6oLU – 11oLS dan 95o - 141o BT. Luas wilayah Indonesia sekitar 7,73 juta km2, terdiri dari 1,93 juta km2 daratan, 3,1 juta km2 perairan teritorial dan 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 16.344 pulau besar dan kecil dengan panjang garis pantai 81.000 km. Terkait dengan kondisi itulah, wilayah Nasional Indonesia mempunyai ciri-ciri benua sehingga disebut Benua Maritim Indonesia (BMI). Wilayah laut Indonesia menyimpan potensi sumber daya alam yang luar biasa, baik sumber daya hayati maupun nir-hayati, mulai dari pesisir hingga perairan laut jeluk (laut dalam).


Potensi sumber daya hayati terdiri dari tiga ekosistem utama, yaitu lamun, mangrove dan terumbu karang. Ketiga ekosistem tersebut berperan sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologis di kawasan perairan pesisir, karena peran dan fungsinya sebagai tempat tinggal, mencari makan dan pembesaran berbagai biota laut. Sumber daya perikanan pelagis, demersal dan laut jeluk di wilayah perairan Indonesia juga menyimpan potensi yang sangat besar dan menjadi sumber mata pencaharian utama bagi nelayan dan industri perikanan Indonesia.
Sumber daya hayati juga dapat dikembangkan untuk kegiatan budidaya pesisir dan laut, perdagangan dan industri, serta pengembangan di bidang bioteknologi. Potensi sumber daya nirhayati mencakup berbagai bahan tambang seperti mineral, minyak dan gas bumi, serta faktorfaktor pendukungnya seperti energi pasang surut, arus, gelombang, angin dan panas laut (Ocean Thermal Energy). Selain itu, terdapat jasa- jasa kelautan yang dapat dikembangkan seperti wisata bahari, perhubungan dan pelabuhanan laut, serta perdagangan.Potensi sumber daya laut yang relatif kaya tidak serta merta meningkatkan kemakmuran penduduk di daerah pesisirnya. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai sumber daya laut, terutama pada ekosistem di wilayah pesisir yang disebabkan oleh tingkat kemiskinan dan ketidakpedulian masyarakat, telah memicu tekanan dan kerusakan terhadap sumber daya yang ada. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya kerusakan pada ekosistem laut apabila tidak segera dilakukan upaya pencegahan. Oleh sebab itu, pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan bidang oseanografi diperlukan, agar potensi sumber daya laut baik hayati maupun nir-hayati dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal dan lestari.

Pusat Penelitian Oseanografi merupakan satuan kerja di bawah Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) yang memiliki tugas melakukan penelitian-penelitian di bidang kelautan. Sebagai lembaga penelitian yang menjadi rujukan nasional di bidang kelautan, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dituntut untuk menghasilkan hasil-hasil kajian di bidang kelautan yang bermanfaat tidak hanya bagi sesama instansi kelautan, tetapi juga bermanfaat bagi perguruan tinggi, pemerintah pusat dan daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Oleh karena itu, suatu perencanaan yang matang, terukur dan akuntabel sangat diperlukan dalam melaksanakan kegiatan penelitian, sehingga target capaiannya dapat terealisasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan mampu menjawab masalah lingkungan yang sedang berkembang di Indonesia

Pembentukan Puslit Oseanografi LIPI adalah berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (KEPPRES) No 103, tanggal 13 September 2001, serta Surat Keputusan (SK) Kepala Lembaga Pengetahuan Indonesia Nomor: 1151/M/2001, tanggal 5 Juni 2001. Puslit Oseanografi LIPI merupakan satu-satunya lembaga penelitian pemerintah yang merintis dan mengawali kegiatan penelitian laut di Indonesia, serta memiliki pengalaman yang sangat luas dalam mengungkapkan berbagai kekayaan, dan fenomena alam laut di sebagian besar kawasan perairan Indonesia.Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila Puslit Oseanografi LIPI memiliki sumberdaya manusia yang berpengalaman dan handal dibidang kelautan, serta memiliki sarana penelitian yang memadai untuk mengungkap fenomena dan misteri yang ada di perairan Indonesia.Melihat pentingnya kedudukan Puslit Oseanografi LIPI sebagai lembaga penelitian pemerintah di bidang kelautan, maka lembaga ini memiliki tugas pokok dan fungsi yang dijabarkan sebagai berikut:

Tugas

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI mempunyai tugas antara lain:

Melaksanakan penelitian dan penyiapan kebijakan, Penyusunan pedoman, Pemberian bimbingan teknis, Penyusunan rencana program, Pelaksanaan penelitian bidang oseanografi, Evaluasi dan penyusunan laporan

Fungsi

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, maka Puslit Oseanografi LIPI mempunyai fungsi antara lain:

Penyiapan bahan perumusan kebijakan penelitian bidang oseanografi; Penyusunan pedoman, pembinaan dan pemberian bimbingan teknis penelitian bidang oseanografi; Penyusunan rencana, program dan pelaksanaan penelitian bidang oseanografi; Pemantauan pemanfaatan hasil penelitian bidang oseanografi; Pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi bidang oseanografi; Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian bidang oseanografi; Pelaksanaan urusan tata usaha. 

Visi :

Visi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, yaitu “Menjadi pusat penelitian unggulan di bidang oseanografi untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut yang berkelanjutan di Asia Pasifik 2020”. 

Misi :

Berdasarkian Visi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI yang telah disepakati tersebut, maka untuk mencapainya diperlukan “empat misi utama” yang diemban Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, untuk merealisir keinginan dimasa mendatang, yaitu:

Meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan sumberdaya laut. Mendukung terpeliharanya kesehatan ekosistem laut. Mendukung pemulihan kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Mendukung peran LIPI dalam menjalankan fungsi pengembangan ilmu pengetahuan dan kerjasama internasional di bidang oseanografi.

Dalam mewujudkan visi & misi puslit Oseanografi didukung oleh:

Sumberdaya Manusia

Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dapat dilihat dari empat faktor yaitu komposisi usia pegawai, tingkat pendidikan, bidang tugas, dan kompetensi
atau keahlian peneliti. Keempat faktor tersebut sangat menentukan kinerja lembaga penelitian dan menjadi perhatian utama.

2. Sarana Penelitian
Pusat Penelitian Oseanografi LIPI memiliki sarana dan prasarana yang memadai yang dapat menunjang tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diamanatkan dalam Surat Keputusan Kepala LIPI No. 1 Tahun 2014 tanggal 9 Mei 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI Pasal 76, bahwa “Bidang Sarana Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan, pengelolaan dan pemanfaatan, pengoperasian kapal penelitian dan peralatan penelitian, laboratorium dan sarana teknis lainnya, pemantauan dan evaluasi, serta penyusunan laporan.

PUSAT UNGGULAN BIOPROSPEKSI & BIODIVERSITAS  BIOTA LAUT

Adalah pusat unggulan pada Puslit Oseanografi LIPI yang saat ini masih dalam status pembinaan oleh Kemenristekdikti. Adapun fokus dalam unggulan ini adalah meliputi bidang bioprospeksi dan aspek oseanografi lainnya terkait biota yang potensial. Adapun batasan ruang lingkupnya meliputi:

 1. Penyediaan informasi biodiversitas biota laut yang bioprospektif dan aspek oseanografi lainnya. 

2. Penyediaan informasi potensi bioprospektif dan kandungan senyawa aktif  biota laut Indonesia   (target aktifitas antiinfeksi, antikanker dan antioksidan) .

3. Penyediaan prototipe pengembangan produk (makanan kesehatan/makanan berklaim, fine chemicals) berbasis  biota laut prospektif (target hingga 2024: teripang & alga)

 


Kontak Lembaga

Contact Person