Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Latricid Biopestisida Entomopatogen Hirsutella citriformis Mampu mengendalikan Vektor Penyakit CVPD (Diaphorina citri)

Produk biopestisida berbahan aktif jamur entomopatogen Hirsutella citriformis dengan pilihan produk : suspensi, powder dan ekstrak dikemas dengan konsentrasi 10 pangkat 8. Masa kadaluarsa produk sampai 6 bulan setelah diproduksi, dapat diaplikasi bersama dengan insektisida selektif serta tidak berbahaya untuk musuh alami lain. Cara aplikasi di kebun spot release dengan aplikasi saat pertunasan musim penghujan. Jarak pelepasan : 10-15 ph/ha. Produk ini dapat mengendalikan Diaphorina citri di dataran rendah, mengendalikan lebih efektif bila diaplikasikan bersama dengan entomopatogen B.nassiana dan M.anisopliae, mengendalikan hama jeruk lain : P.citri dan T.citricidus. Manfaatnya menghemat biaya, mengurangi penggunaan pestisida dan ramah lingkungan.

Potensi pengguna:

    TRL: 0

Teknologi Produksi Pohon Induk Jeruk Bebas Penyakit Melalui Shoot-Tip Grafting (STG) In Vitro

Secara umum terdapat 3 metode untuk mendapatkan tanaman jeruk bebas patogen secara in vitro, yaitu: Kultur Nuselus, Kultur Ovul, dan metode Shoot-Tip Grafting (STG). Metode STG bertujuan untuk mendapatkan induk semua spesies jeruk bebas dari sebagian besar virus, termasuk juga yang tidak tereliminasi oleh termoterapi. Karakteristik tanaman yang dihasilkan adalah tanaman yang nonjuvenil dan true-to-type. Teknologi ini pertama dikembangkan oleh Murashige et al. (1972), yaitu dengan menyambungkan shoot-tip tanaman jeruk yang telah positif terinfeksi patogen dengan ukuran sangat kecil pada semaian batang bawah secara aseptik. Tahapan Produksi Benih Induk Melalui STG Persiapan kultur batang bawah in vitro: Biji diekstraksi dari buah segar, dicuci sampai lendirnya hilang. Sebelum ditanam, kulit luar biji dikupas dan direndam fungisida 1% terlebih dahulu. Biji-biji tersebut disteril ulang dengan cara direndam larutan sodium hipoklorit komersial (bleaching) dengan konsentrasi 10% dan 5% masing-masing selama 10 dan 15 menit. Biji yang telah disterilkan ditanam pada test tube berisi media MS padat dengan posisi bagian kalasal berada di bawah, diinkubasikan pada lemari gelap selama 2-3 minggu sampai semai biji tumbuh dengan tinggi mencapai 5-7 cm, dengan diameter ideal mencapai 1-1.5 mm. Persiapan shoot-tip: Pohon induk yang akan dibersihkan sebaiknya berasal dari bibit jeruk yang ditanam pada kondisi terkontrol, misalnya ditanam di pot atau polibag. Untuk mendapat tunas muda yang baik, daun tanaman dirompes, media diberi pupuk dan air yang cukup. Tunas akan tumbuh pada 1-2 minggu setelah rompes. sampai bersih. Daun bagian luar dibuang sampai pucuk tersebut mencapai ukuran ± 1 cm, kemudian disterilkan dengan larutan Tunas pucuk dipanen, dicuci dengan sabun cair dan dibilas dengan air yang mengalir sodium hipoklorit komersial (bleaching) 5 dan 10% masing-masing 10 dan 15 menit, kemudian dibilas dengan aquades steril sebanyak 3 kali. Di bawah mikroskop binokuler dengan pembesaran 40 kali, daun luar pada pucuk yang telah disterilkan dibuang, meristem tip beserta 2 primordia daun dengan ukuran 0.14-0.18 mm dipotong untuk disambungkan pada batang bawah jeruk in vitro. Ukuran shoot-tip sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan sambung pucuk ini serta keberadaan patogen pada tanaman. Semakin besar ukuran shoot-tip yang digunakan, akan semakin besar tingkat keberhasilan penyambungan namun akan semakin rendah jumlah tanaman yang “bebas virus”.

Potensi pengguna:

    TRL: 0

Teknologi Rancang Bangun Expert System

Penelitian teknologi rancang bangun Expert System (ES) menghasilkan program atau sistem aplikasi untuk melakukan pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) utama jeruk berbasis web yang dapat digunakan sebagai komponen monitoring perkembangan hama di lapangan secara real time. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk monitoring perkembagan populasi atau serangan OPT jeruk secara langsung dan tidak langsung di lapangan yaitu aplikasi sistem pakar dan remote sensing berbasis teknologi informasi (WEB). Pengguna dapat melakukan pengamatan secara online pada aplikasi sistem pakar yang hasilnya akan secara otomatis terekam pada sistem. Hasil pengamatan yang terekam menunjukkan status serangan OPT saat itu (real time) di lokasi atau daerah pengamatan tertentu di masing-masing lokasi. Untuk Remote Sensing monitoring dilakukan terhadap OPT (hama) yang tertangkap pada perangkap yang dipasang sebagai alat monitoring. Kondisi serangga yang tertangkap pada perangkap di lokasi yang ditempatkan akan terekam saat itu juga dan dapat dipantau melalui web. Teknologi rancang bangun remote sensing berbasis teknologi informasi diharapkan menjadi basis data sebagai komponen early warning system (EWS) untuk forecasting hama utama tanaman jeruk. Sistem pakar (expert system) disusun untuk memudahkan pengguna (petani, petugas) untuk melakukan monitoring atau pengamatan OPT dan mengetahui hasil serta mengambil keputusan apakah kondisi populasi hama di lapangan perlu dikendalikan atau tidak dikendalikan. Teknologi sistem pakar ke depan juga akan dapat di instal pada telepon genggam  yang berbasis android. Oleh karena itu peluang pemanfaatannya sangat besar untuk digunakan secara langsung di lapangan. Keunggulan dari teknologi ini adalah mudah diaplikasikan, dapat digunakan oleh petugas atau petani yang paham maupun tidak paham tentang hama tanaman jeruk, dapat untuk monitor secara langsung (real time) kondisi status OPT jeruk di sentra produksi. Program aplikasi sistem pakar yang dihasilkan divalidasi di beberapa daerah sentra produksi jeruk Indonesia dan mendapat banyak masukan dari pengguna. Masukan dan saran dari pengguna dapat dijadikan sebagai bahan perbaikan dalam aplikasi sistem pakar. Rencana pengembangan aplikasi sistem pakar berbasis web menjadi berbasis android diharapkan akan meningkatkan adopsi teknologi karena dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan sistem aplikasi dimaksud, karena lebih sederhana dan efisien dalam aplikasinya. Aplikasi berbasis android sudah mulai diinisiasi, namun akan dikembangkan setelah aplikasi berbasis web diluncurkan. Komponen expert  system berbasis android yang dirancang terdiri atas 1) splash screen, 2) login dan register, 3) home, tutorial, 4) sistem pakar (pengamatan online dan offline), 5) pilihan gejala, 6) informasi pengamantan, dan hasil pengamatan.

Potensi pengguna:

    TRL: 2
TRL: 8

Jeruk Keprok Batu 55

Jeruk Keprok Batu 55 berasal dari Kota Batu Jawa Timur. Jeruk ini dilepas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 307/Kpts/SR.120/4/2006. Keunggulan dari Jeruk Keprok Batu 55 adalah cita rasa yang manis segar, kandungan vitamin C tinggi, penampilan kulit buah yang berwarna kuning oranye. Jeruk ini cocok ditanam di dataran tinggi 800-1200 mdpl. Keprok Batu 55 merupakan salah satu varietas unggul jeruk di Indonesia dan telah menjadi primadona di Jawa Timur/ Sampai saat ini jeruk keprok Batu 55 telah berkembang ke luar daerah Jatim yaitu di Jateng, Jabar, Sumut, Jambi, Sulsel, Papua dan Aceh.

Potensi pengguna:

    TRL: 8
TRL: 8

Benih Sumber Jeruk Bebas Penyakit (Blok Fondasi (BF) dan Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT))

Balai Peneltian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika adalah satu-satunya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang bertanggungjawab dalam memproduksi dan mendistribusikan pohon induk bebas penyakit dalam rangka pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia, 3 tahun terakhir ini  permintaan materi BF dan BPMT jeruk terus meningkat terkait dengan program pengembangan jeruk dan perluasan areal jeruk serta kawasan hortikultura. Oleh karena itu kebutuhan benih jeruk bebas penyakit harus didukukung dengan ketersediaan benih sumber baik berupa kelas benih BF maupun BPMT yang mencukupi. Tahapan Proses Produksi : 1. Proses produksi pohon induk jeruk bebas penyakit yang diawali dengan penentuan pohon induk tunggal (PIT) baik melalui hasil seleksi maupun proses hibridisasi 2. PIT terpilih selanjutnya dilakukan pembersihan dari patogen sistemik melalui perbanyakan tunas pucuk (shoot-tif Grafting) dan dipastikan melalui indeksing 3. Pohon induk jeruk bebas penyakit ditanam dalam pot dan dipelihara optimal di dalam rumah kasa yang kedap serangga (insect proof). 4. Produksi materi benih jeruk bebas penyakit kelas benih blok fondasi (BF) dan blok penggandaan mata tempel (BPMT) dilakukan di Kebun Percobaan Punten. Langkah awal yaitu menanam biji JC di dalam screen house isect proof untuk batang bawah dengan jumlah menyesuaikan dengan kebutuhan. Setelah pesemaian batang bawah berumur sekitar 2 bulan selanjutnya dilakukan okulasi dengan mata tempel dari materi pohon induk bebas penyakit untuk kelas benih BF dan untuk kelas benih BPMT diokulasi dengan mata tempel yang berasal dari materi kelas benih BPMT. Syarat benih BF dan BPMT yang siap dikirim adalah: -Diameter batang bawah 0,6 – 1,2 cm. -Umur dari okulasi 5 – 6 bulan. Tinggi benih 40 – 70 cm dari okulasi. -Telah mengalami 2 – 3 kali masa pertumbuhan tunas. -Berlabel bebas penyakit dari BPSB (label putih untuk BF dan label ungu untuk BPMT).

Potensi pengguna: Penangkar

    TRL: 8