Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa password?

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Hide Lengkapi Isian!

Lupa Password? Silahkan masukkan alamat email Anda. Anda akan menerima email yang berisi password baru Anda.

Lengkapi isian!

Kembali ke log-in

Close

Jasa Analisa Pengujian Amonia dan Nitrit

Jasa analisa pengujian kualitas air khususnya parameter amonia dan nitrit pada air permukaan kolam penelitian dan budidaya perikanan

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan Masyarakat

    TRL: 7
TRL: 8

Jasa Analisa Koi Herves Virus

Jasa analisa KHV meliputi deteksi infeksi virus pada ikan mas menggunakan metode PCR yang sudah mendapat akreditasi KAN

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan Masyarakat

    TRL: 8

Ikan Mas Mustika

Ikan Mas Mustika merupakan strain baru hasil dari peningkatan ketahanan KHV ikan mas Rajadanu yang dilakukan melalui program seleksi berdasarkan marka molekuler MHC II spesifik pada alel Cyca-DAB1*05. Ikan mas Mustika ini dilepaskan ke masyarakat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 24/KEPMEN-KP/2016. Keunggulan: Persentase marka MHC II sebesar 100%, Daya tahan terhadap infeksi KHV tinggi (SR uji tantang 98,89%), Pertumbuhan relatif cepat (SGR 3,01-3,62 % bobot/hari), Efisiensi pakan tinggi (FCR 1,24-2,38), Produktivitas pembesaran tinggi (lebih tinggi 5-67% dari pembanding), Toleransi terhadap cekaman lingkungan tinggi

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan Masyarakat

    TRL: 7
TRL: 8

Ikan Lele Mutiara

Ikan Lele Mutiara dibentuk dari gabungan persilangan strain ikan lele Mesir, Paiton, Sangkuriang dan Dumbo yang diseleksi selama 3 generasi pada karakter pertumbuhan. Ikan lele Mutiara ini dilepaskan ke masyarakat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 77/KEPMEN-KP/2015. Keunggulan : (a) Laju pertumbuhan tinggi: 10-40% lebih tinggi daripada benih-benih lain, (b) Lama pemeliharaan singkat: lama pembesaran benih tebar berukuran 5-7 cm atau 7-9 cm dengan padat tebar 100 ekor/m2 berkisar 40-50 hari, sedangkan pada padat tebar 200-300 ekor/m2 berkisar 60-80 hari, (c) Keseragaman ukuran relatif tinggi: tahap produksi benih diperoleh 80-90% benih siap jual dan pemanenan pertama pada tahap pembesaran tanpa sortir diperoleh ikan lele ukuran konsumsi sebanyak 70-80%, (c) Rasio konversi pakan (FCR = Feed Conversion Ratio) relatif rendah: 0,6-0,8 pada pendederan dan 0,8-1,0 pada pembesaran, (d) Daya tahan terhadap penyakit relatif tinggi: sintasan (SR = Survival Rate) pendederan benih berkisar 60-70% pada infeksi bakteri Aeromonas hydrophila (tanpa antibiotik), (e) Toleransi lingkungan relatif tinggi: suhu 15-35 oC, pH 5-10, amoniak <3 mg/L, nitrit < 0,3 mg/L, salinitas 0-10 ‰, (f) Produktivitas relatif tinggi: produktivitas pada tahap pembesaran 20-70% lebih tinggi daripada benih-benih strain lain.

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan Masyarakat

    TRL: 8

Udang galah Gi Macro II

Udang galah GI Macro II dilepaskan ke masyarakat berdasarkan SK Menteri kelautan dan Perikanan No. 23/KEPMEN-KP/2014. Udang galah GI Macro II merupakan udang galah yang mempunyai keunggulan tumbuh lebih cepat dan mempunyai kelangsungan hidup yang relatif lebih tinggi serta ketahanan terhadap penyakit yang lebih tinggi dibandingkan udang galah yang ada di masyarakat.

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), dan Masyarakat

    TRL: 7
TRL: 8

Ikan Nila Srikandi

Ikan Nila Srikandi merupakan strain ikan nila unggul hasil persilangan antara ikan nila hitam nirwana betina dan ikan nila biru jantan. Ikan nila Srikandi dilepaskan ke masyarakat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. KEP.09/MEN/2012 Keunggulan : (a) Toleran salinitas tinggi, 20-30 ppt, SR+ 80 %, (b) Pertumbuhan cepat, 3 bulan mencapai ukuran 250 g/ekor, (c) Protein lebih tinggi 17,06 % dari pada nila lokal, (d) Rasa lebih enak, disukai konsumen, (e) Asam lemak omega 3 & 6 tinggi, (f) Dapat dipelihara secara polikultur dengan udang vanamei , (g) FCR di tambak rendah : 0,7-1,1 (mengkonsumsi pakan alami di tambak) .

Potensi pengguna: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kab/Kota, Unit Pembenih Rakyat (UPR), Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Masyarakat

    TRL: 8